Minta Daerah Jangan Sok-sokan Lockdown, Jokowi Bisa Dianggap Inkonsisten

Baca juga:
JAKARTA- Pernyataan Presiden Joko Widodo soal jangan sok-sokan untuk me-lockdwon disayangkan banyak pihak.

Seperti Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah yang mengaku menyayangkan pernyataan Presiden Jokowi tersebut.

"Sangat disayangkan statemen ini, secara politik menampakkan pertentangan dengan kepala daerah yang lakukan pembatasan," ujar Dedi Kurnia Syah dilansir RMOL, Minggu (4/10).

Dedi pun menilai, komunikasi Presiden Jokowi sangat jelas berdampak buruk bagi publik.

"Publik terombang-ambing dengan kebijakan pandemi, dan berpotensi melawan kebijakan gubernur yang ambil langkah PSBB, semisal DKI Jakarta," kata Dedi.

Selain itu kata Dedi, Presiden Jokowi pun juga akan dianggap tidak konsisten dalam penanganan pandemi Covid-19.

"Presiden akan dianggap tidak konsisten dalam penanganan, sekaligus menghambat upaya daerah yang seharusnya otonom mengambil langkah strategis," terang Dedi.

Dengan demikian, Dedi menyarankan agar Presiden Jokowi keluar dari zona kontestasi dengan Gubernur.

"Bagaimanapun ia tetap Presiden yang memimpin seluruh kepala daerah, untuk itu perlu adanya dukungan satu suara dalam mengambil langkah pencegahan," pungkas Dedi.

Diketahui, melalui video yang diunggah akun Youtube Sekretariat Presiden pada Sabtu (3/10) malam, Presiden Jokowi menegaskan bahwa pemerintah memastikan kesehatan masyarakat tetap menjadi yang nomor satu diutamakan. Namun, pilihan itu bukan berarti harus mengorbankan masalah ekonomi.

"Karena jika kita mengorbankan ekonomi, itu sama saja dengan mengorbankan kehidupan puluhan juta orang. Ini sekali lagi, kita harus mencari keseimbagan yang pas," ujar Presiden Jokowi dalam video yang dilihat redaksi, Minggu (4/10).

Atas alasan itu, Presiden Joko Widodo mengingatkan kepada pemerintah daerah untuk tidak sok-sokan dalam mengambil kebijakan.

Dia tidak ingin pemerintah daerah mengambil langkah ekstrem dengan memberlakukan lockdown yang akan mematikan ekonomi warga.

"Tidak perlu sok-sokan akan me-lockdown provinsi, me-lockdown kota, atau me-lockdown kabupaten, karena akan mengorbankan kehidupan masyarakat," tegasnya. (Rmol)



COMMENTS

Loading...

Share

Loading...
Nama

BUMN,27,EKBIS,527,FOKUS,345,GLOBAL,774,IPTEK,370,KHAZANAH,180,KRIMINAL,400,LIFESTYLE,72,NASIONAL,641,OLAHRAGA,364,OPINI,142,OTOMOTIF,81,POLHUKAM,1410,PULHUKAM,1,RAGAM,825,SELEBRITA,267,
ltr
item
Konfrontasi.co: Minta Daerah Jangan Sok-sokan Lockdown, Jokowi Bisa Dianggap Inkonsisten
Minta Daerah Jangan Sok-sokan Lockdown, Jokowi Bisa Dianggap Inkonsisten
https://1.bp.blogspot.com/-IBZI8rMfeDg/X3poHGVxS0I/AAAAAAABo_0/cp4AXainTpowS1elrykaC9afEhpdHss_QCLcBGAsYHQ/s640/421689_02523905102020_jokowi_jas_hitam.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-IBZI8rMfeDg/X3poHGVxS0I/AAAAAAABo_0/cp4AXainTpowS1elrykaC9afEhpdHss_QCLcBGAsYHQ/s72-c/421689_02523905102020_jokowi_jas_hitam.jpg
Konfrontasi.co
https://www.konfrontasi.co/2020/10/minta-daerah-jangan-sok-sokan-lockdown.html
https://www.konfrontasi.co/
https://www.konfrontasi.co/
https://www.konfrontasi.co/2020/10/minta-daerah-jangan-sok-sokan-lockdown.html
true
8284147347270130295
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy