Pengamat: Silahkan Saja Tidak Setuju dengan KAMI, Tapi Jangan Sampai Dipersekusi

Baca juga:

JAKARTA
- Aksi membubarkan kegiatan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Surabaya oleh aparat dan kelompok masyarakat sipil yang mengatasnamakan diri sebagai KITA telah melanggar konstitusi dan undang-undang.

Begitulah yang diungkapkan pemerhati hukum tata negara, Said Salahudin dalam siaran persnya, Selasa (29/8).

"Konstitusi telah tegas mengatakan bahwa setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," ujar Said.

Menurut Direktur Sinergi masyarakat untuk demokrasi Indonesia (Sigma) ini, perbedaan pandangan politik tidak boleh dijadikan sebagai alasan oleh kelompok yang tidak setuju pada gerakan KAMI untuk melakukan aksi penghadangan, blokade, pembubaran, atau pengusiran.

"Kalau tidak setuju dengan pemikiran KAMI, maka kelompok masyarakat itu boleh saja menyuarakan penolakan lewat berbagai cara. Melalui aksi demonstrasi pun boleh. Tetapi tidak semestinya diikuti dengan aksi persekusi," katanya.

Lebih lanjut, Said mengutip bunyi UU 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia yang menyatakan, setiap orang bebas untuk memilih dan meyakini pilihan politiknya, dan juga diberikan kebebasan untuk menyampaikan dan menyebarluaskan pendapat sesuai dengan hati nuraninya.

Selain itu, dia juga membeberkan isi UU 12/2005 tentang Pengesahan Kovenan Internasional yang berbicara hak-hak sipil dan politik dengan bunyi penegasan bahwa hak untuk berkumpul secara damai tidak boleh dibatasi kecuali untuk enam alasan.

Di mana, keenam alasan tersebut adalah, alasan keamanan nasional, alasan keselamatan publik, alasan ketertiban umum, alasan moral, alasan untuk melindungi hak dan kebebasan orang lain, serta hak kesehatan.

"Unsur-unsur tersebut jelas tidak terpenuhi sehingga tidak dapat dimajukan sebagai alasan untuk membubarkan kegiatan KAMI. Adapun terhadap alasan yang keenam, yakni terkait dengan perlindungan kesehatan, kita bisa berdebat panjang soal ini," ungkap Said.

Sebab, dari video aksi pembubaran dapat dilihat bahwa para peserta kegiatan KAMI duduk dengan posisi menjaga jarak dan menggunakan masker. Jumlahnya pun terbatas," sambungnya menambahkan(rmol)

COMMENTS

Loading...

Share

Loading...
Nama

BUMN,27,EKBIS,524,FOKUS,340,GLOBAL,768,IPTEK,370,KHAZANAH,180,KRIMINAL,389,LIFESTYLE,72,NASIONAL,634,OLAHRAGA,364,OPINI,142,OTOMOTIF,81,POLHUKAM,1385,PULHUKAM,1,RAGAM,808,SELEBRITA,265,
ltr
item
Konfrontasi.co: Pengamat: Silahkan Saja Tidak Setuju dengan KAMI, Tapi Jangan Sampai Dipersekusi
Pengamat: Silahkan Saja Tidak Setuju dengan KAMI, Tapi Jangan Sampai Dipersekusi
https://1.bp.blogspot.com/-PM4aDycyS8A/X3LTEt3zavI/AAAAAAABod8/bIQ_s6PXCm06pNzzPHCN04fW3VOjTdGoQCLcBGAsYHQ/s640/524390_12463929092020_Said_Salahudin2.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-PM4aDycyS8A/X3LTEt3zavI/AAAAAAABod8/bIQ_s6PXCm06pNzzPHCN04fW3VOjTdGoQCLcBGAsYHQ/s72-c/524390_12463929092020_Said_Salahudin2.jpg
Konfrontasi.co
https://www.konfrontasi.co/2020/09/pengamat-silahkan-saja-tidak-setuju.html
https://www.konfrontasi.co/
https://www.konfrontasi.co/
https://www.konfrontasi.co/2020/09/pengamat-silahkan-saja-tidak-setuju.html
true
8284147347270130295
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy