Istana: Buzzer Bekerja Sendiri, Kami Tak Bisa Apa-apa

Baca juga:


JAKARTA- Pihak Istana Kepresidenan menyatakan tidak bisa menertibkan keberadaan buzzer atau pendengung di media sosial. Menurutnya, buzzer hanya bisa diproses hukum jika ada yang merasa dirugikan.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Donny Gahral Adian mengatakan sejak awal pemerintah tidak pernah mengorganisasi para buzzer untuk menyampaikan informasi, kebijakan maupun capaian kinerja pemerintah. Oleh sebab itu, pemerintah tidak bisa menertibkan keberadaan para buzzer.

"Menertibkan itu kan berarti pemerintah mengorganisir, kalau saya organisir buzzer saya tertibkan, tapi kalau mereka bekerja sendiri kan kami tidak bisa apa-apa. Kecuali ada aduan, mereka merugikan, silakan mereka diproses," jelas Donny dilansir CNNIndonesia.com, Jumat (4/9).

Lebih lanjut, Donny mengatakan jika ada masyarakat yang merasa dirugikan oleh informasi yang disebarkan buzzer atau dianggap melanggar hukum, maka urusannya dengan pihak kepolisian. Istana dalam hal ini pemerintah, kata dia, tidak bisa mengintervensi hal tersebut.

"Pasti pemerintah akan meminta jika ada pengaduan buzzer-buzzer tertentu diproses secara adil dan transparan," ungkapnya.

Lebih lanjut, saat ini masyarakat juga sudah pintar dalam menggunakan media sosial dan dapat membedakan mana buzzer dan bukan. Lagipula, kata dia, sejumlah kebijakan pemerintah tak hanya didukung oleh para buzzer, tapi juga dari kalangan akademisi.

"Masyarakat saya kira cukup cerdas mana yang buzzer, mana yang bukan. Banyak akademisi yang dukung kebijakan pemerintah, tapi tidak buzzer, karena mereka kompeten bicara soal ekonomi, soal politik, dan sebagainya. Jadi, pemerintah tidak pernah mengorganisir buzzer," ucap Donny.

Sebelumnya, dalam sebuah diskusi virtual, Donny menyampaikan bahwa kemunculan buzzer tak dapat dihindari dalam sistem demokrasi. Namun, belakangan pernyataan Donny mendapat kritik.

Analis politik Exposit Strategic Arif Susanto mengkritik pernyataan Donny yang menyebut buzzer sebagai bagian yang tak terelakkan dari demokrasi. Menurut Arif, pernyataan Donny sama sekali keliru.

Arif mengatakan buzzer justru merupakan parasit yang menumpang kebebasan dan merusak demokrasi. Menurutnya, demokrasi seharusnya diisi oleh diskursus kritis. Sedangkan buzzer hanya mempengaruhi opini publik secara manipulatif sehingga mengikis pemikiran kritis. []


COMMENTS

Loading...

Share

Loading...
Nama

BUMN,26,EKBIS,490,FOKUS,268,GLOBAL,705,IPTEK,351,KHAZANAH,177,KRIMINAL,309,LIFESTYLE,72,NASIONAL,547,OLAHRAGA,360,OPINI,119,OTOMOTIF,75,POLHUKAM,937,RAGAM,680,SELEBRITA,255,
ltr
item
Konfrontasi.co: Istana: Buzzer Bekerja Sendiri, Kami Tak Bisa Apa-apa
Istana: Buzzer Bekerja Sendiri, Kami Tak Bisa Apa-apa
https://lh3.googleusercontent.com/-TWh-KgZG6as/X1KNXNfCgEI/AAAAAAAAU-M/SwsFRc6EPPQoWPWHI1c1EdCkx5J20NDiwCLcBGAsYHQ/s1600/IMG_ORG_1599245650959.jpeg
https://lh3.googleusercontent.com/-TWh-KgZG6as/X1KNXNfCgEI/AAAAAAAAU-M/SwsFRc6EPPQoWPWHI1c1EdCkx5J20NDiwCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG_ORG_1599245650959.jpeg
Konfrontasi.co
https://www.konfrontasi.co/2020/09/istana-buzzer-bekerja-sendiri-kami-tak.html
https://www.konfrontasi.co/
https://www.konfrontasi.co/
https://www.konfrontasi.co/2020/09/istana-buzzer-bekerja-sendiri-kami-tak.html
true
8284147347270130295
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy