Ikut Turun Tangan Tangani Covid-19, BIN: Yang Kami Lakukan Bukan Kaleng-kaleng

Baca juga:

JAKARTA
- Peralatan mumpuni yang diklaim masuk kategori nomor satu dunia turut dikerahkan Badan Intelijen Negara (BIN) dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

"Tak perlu diragukan lagi akurasinya. Banyak aset yang dikerahkan sudah mendapat sertifikat internasional," ujar Deputi VII BIN Bidang Komunikasi dan Informasi, Wawan Purwanto dalam siaran persnya, Senin (28/9).

Wawan memastikan keseriusan BIN dalam upaya penanganan virus asal Wuhan, China tersebut bukan sesuatu yang bisa dianggap enteng.

"Ada empat hal yang dilakukan BIN untuk hadapi Covid-19 bukan kaleng-kaleng," tegasnya.

Keempat hal yang dimaksud BIN yakni pertama, menyediakan mesin Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction (RT PCR) yang memiliki tingkat akurasi hasil yang tinggi.

"BIN menggunakan dua jenis mesin RT PCR dalam melakukan uji spesimen yaitu Qiagen dari Jerman dan Thermo Scientific dari Amerika Serikat. Keduanya memiliki sertifikat Lab BSl-2 sesuai standar protokol laboratorium dan sudah mendapat sertifikat dari World Bio Haztec Singapura," paparnya.

Yang kedua, BIN melakukan kerja sama dengan LBM Eijkman untuk standarisasi hasil tes corona, sehingga analisis RT PCR yang digunakan juga sesuai standar dunia, dan juga menggunakan standar hasil tes PCR tertinggi.

"Dibanding institusi lain, ambang batas standar hasil tes PCR yang diterapkan BIN paling tinggi. Nilai CT QPCR atau ambang batas bawah hasil tes PCR biasanya adalah 35, namun angka itu bisa meloloskan orang tanpa gejala dari screening. Maka BIN menaikkan standar tes PCR tersebut menjadi 40," ungkap Wawan.

Selain itu, yang terpenting dari penanganan pandemi Covid-19 ialah terhubungnya jaringan intelijen dengan WHO. Di mana BIN, katanya, termasuk dalam jaringan organisasi kesehatan dunia melalui dewan analisis strategis medical intelligence. Dengan demikian, BIN bisa mengetahui dan menjelaskan fenomena hasil tes swab positif corona yang kemudian bisa berubah menjadi negatif.

Perubahan hasil tes swab positif ke negatif ini bisa disebabkan beberapa faktor, salah satunya berkurangnya RNA atau protein yang tersisa (jasad renik virus) yang ada di pasien sudah sangat sedikit, atau bahkan mendekati hilang sehingga tak lagi terdeteksi.

"Apalagi subjek tanpa gejala klinis dan dites pada hari yang berbeda. OTG/asimptomatik yang mendekati sembuh berpotensi memiliki fenomena tersebut," jelasnya.

Adapun faktor lainnya dari fenomena perubahan hasil tes positif ke negatif juga bisa terjadi karena bias pre-analitik. Maksudnya, pengambilan sampel dilakukan oleh dua petugas berbeda yang memiliki kualitas pelatihan berbeda, dan SOP yang berbeda pula.

"Sehingga sampel swab sel yang berisi virus Covid tidak terambil atau terkontaminasi. Atau juga faktor ketiga, sensitivitas reagen dapat berbeda terutama bagi pasien yang nilai CQ/CT-nya sudah mendekati 40," sambungnya.

Dalam konteks ini, BIN menggunakan reagen Perkin Elmer dari Amerika, A-Star Fortitude dari Singapura, dan Wuhan Easy Diag dari China. Karena itu, jenis reagen tersebut memiliki standar dan sensitivitas lebih tinggi terhadap strain Covid-19 dibandingkan merek lain seperti Genolution dari Korea atau Liferiver dari Cina.

Terkahir, untuk bukti keseriusan penangana Covid-19 oleh BIN ialah penggunaan gold standard. Yang mana, Wawan menjamin kondisi peralatan, metode, dan test kit yang digunakan BIN adalah gold standard dalam pengujian sampel Covid-19, sehingga potensi kekeliruan dari hasil tes corona akan sangat minim.

"Kasus false positive dan false negative sendiri telah banyak dilaporkan di berbagai negara seperti Amerika Serikat, China, dan Swedia," demikian Wawan Purwanto. (Rmol)

COMMENTS

Loading...

Share

Loading...
Nama

BUMN,27,EKBIS,527,FOKUS,345,GLOBAL,774,IPTEK,370,KHAZANAH,180,KRIMINAL,400,LIFESTYLE,72,NASIONAL,641,OLAHRAGA,364,OPINI,142,OTOMOTIF,81,POLHUKAM,1410,PULHUKAM,1,RAGAM,825,SELEBRITA,267,
ltr
item
Konfrontasi.co: Ikut Turun Tangan Tangani Covid-19, BIN: Yang Kami Lakukan Bukan Kaleng-kaleng
Ikut Turun Tangan Tangani Covid-19, BIN: Yang Kami Lakukan Bukan Kaleng-kaleng
https://1.bp.blogspot.com/-IYDx1mgGsN0/X3GXCnFgaLI/AAAAAAABoXo/RqA-t1l-Arc7bxyA2odwk3VjRA6sjcpVwCLcBGAsYHQ/s640/717962_01463028092020_BIN_Covid.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-IYDx1mgGsN0/X3GXCnFgaLI/AAAAAAABoXo/RqA-t1l-Arc7bxyA2odwk3VjRA6sjcpVwCLcBGAsYHQ/s72-c/717962_01463028092020_BIN_Covid.jpg
Konfrontasi.co
https://www.konfrontasi.co/2020/09/ikut-turun-tangan-tangani-covid-19-bin.html
https://www.konfrontasi.co/
https://www.konfrontasi.co/
https://www.konfrontasi.co/2020/09/ikut-turun-tangan-tangani-covid-19-bin.html
true
8284147347270130295
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy