Gerindra: Poyuono Jangan Lagi Mengaku Sebagai Waketum

Baca juga:

JAKARTA-
Partai Gerindra menampik pernyataan Arief Poyuono yang mengaitkan isu pelanggaran HAM masa lalu dengan kekalahan Prabowo Subianto pada pilpres. Pernyataan Poyuono itu dinilai menabrak logika hukum.
Hal itu disampaikan juru bicara Partai Gerindra, Habiburokhman, Rabu (16/9/2020). Habiburokhman awalnya menegaskan belum ada keputusan partai soal majunya Prabowo pada Pilpres 2024.

"Yang pertama, kami sama sekali belum bicara soal (Pilpres) 2024. Pak Prabowo mau maju lagi atau tidak belum kami bahas dan putuskan," kata Habiburokhman.

Habiburokhman lalu menyebut Poyuono seperti berjalan terbalik. Pernyataannya yang menyinggung isu pelanggaran HAM masa lalu dinilai menabrak hukum.

"Statement Pak Arief juga aneh serta menabrak logika hukum. Itu sama saja berjalan dengan kepala di bawah. Jelas sekali bahwa dalam hukum, seseorang dinyatakan bersalah kalau ada putusan pengadilan yang menyatakan demikian. Bukan sebaliknya seperti yang beliau sampaikan," ujarnya.

Habiburokhman juga meminta Poyuono tidak lagi mengatasnamakan dirinya sebagai Waketum Gerindra saat membuat pernyataan. Kepengurusan Gerindra periode sebelumnya disebut Habiburokhman telah demisioner dan kini menunggu SK pengesahan kepengurusan baru dari Kemenkum HAM.

"Dia sudah tidak boleh mengatasnamakan Gerindra dan mengaku sebagai Waketum karena masa jabatan dia sudah demisioner saat KLB bulan lalu," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, politikus Gerindra Arief Poyuono membuat manuver terbaru, dengan tetap mengatasnamakan sebagai Waketum Gerindra. Kini Poyuono bermanuver dengan berbicara tentang Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan menyinggung soal pelanggaran HAM masa lalu.

Menurut Poyuono, Gerindra perlu mempersiapkan dengan matang pencalonan Prabowo pada Pilpres 2024. Poyuono menilai Gerindra perlu 'membersihkan' nama Prabowo dari tuduhan pelanggaran HAM 1998.

"Mumpung masih ada waktu panjang. Partai harus mengupayakan kekuatan hukum tetap yang menyatakan Prabowo Subianto bersih dan tidak terlibat dalam kerusuhan Mei 1998 yang berbau SARA dan tidak terlibat dalam penculikan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang sampai saat ini masih hilang," kata Poyuono, dalam keterangannya, Rabu (16/9).(dtk)

COMMENTS

Loading...

Share

Loading...
Nama

BUMN,26,EKBIS,485,FOKUS,266,GLOBAL,697,IPTEK,350,KHAZANAH,176,KRIMINAL,302,LIFESTYLE,72,NASIONAL,538,OLAHRAGA,360,OPINI,116,OTOMOTIF,75,POLHUKAM,906,RAGAM,668,SELEBRITA,253,
ltr
item
Konfrontasi.co: Gerindra: Poyuono Jangan Lagi Mengaku Sebagai Waketum
Gerindra: Poyuono Jangan Lagi Mengaku Sebagai Waketum
https://1.bp.blogspot.com/-SU-rMuiOJQs/X2H1RViQLSI/AAAAAAABnF0/TQp5tIn4UdImRHSI3W3ceoROiZTX3SIdACLcBGAsYHQ/s640/jubir-partai-gerindra-habiburokhman_43.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-SU-rMuiOJQs/X2H1RViQLSI/AAAAAAABnF0/TQp5tIn4UdImRHSI3W3ceoROiZTX3SIdACLcBGAsYHQ/s72-c/jubir-partai-gerindra-habiburokhman_43.jpeg
Konfrontasi.co
https://www.konfrontasi.co/2020/09/gerindra-poyuono-jangan-lagi-mengaku.html
https://www.konfrontasi.co/
https://www.konfrontasi.co/
https://www.konfrontasi.co/2020/09/gerindra-poyuono-jangan-lagi-mengaku.html
true
8284147347270130295
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy