Rizal Ramli: Seluruh Indo-Pasifik Harus Pikirkan Cara Kurangi Ketergantungan Terhadap China

Baca juga:
JAKARTA-Ada sejumlah besar teori tentang bagaimana wabah Covid-19 akhirnya mengubah lanskap geopolitik. Spekulasi tentang kemungkinan terjadi perubahan disampaikan oleh para intelektual.

Pakar ekonomi Rizal Ramli menyampaikan, seperti halnya virus corona itu sendiri, terlalu banyak yang tidak diketahui tentang bagaimana dunia di masa depan.

"Banyak pakar memperkirakan dunia tidak akan pernah sama. Kita hanya perlu mengingat tentang pandemi flu Spanyol 1918, yang merenggut lebih dari 50 juta jiwa, memiliki dampak kecil terhadap dunia politik," ujar Rizal Ramli dalam pernyataan tertulisnya,

Efek pandemi akan mempercepat tren tertentu. Salah satu yang lebih penting adalah pemisahan yang kuat antara ekonomi dunia dengan China.

Ketika China semakin kaya setelah membuka ekonominya pada akhir 1970-an di bawah kepemimpinan Deng Xiaoping, biaya tenaga kerjanya terus naik, naik dari upah rata-rata tahunan USD 150 pada 1990 menjadi USD  8.900 pada 2015, dan kini mencapai USD 13.500.

Berbeda dengan tahun 1990-an, di mana China muncul untuk menjadi pabrik dunia dan menyumbang sepertiga dari barang-barang manufaktur. Dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi eksodus stabil dari manufaktur padat karya China ke upah rendah ekonomi seperti Sri Lanka, Bengladesh dan Vietnam.

"Lalu ada perang dagang Trump dengan China, setelah ditampar dengan bea impor yang sangat tinggi, perusahaan multinasional itu dipaksa untuk berpikir lebih serius tentang nilai risiko."

Negara-negara yang diuntungkan dari perang dagang antara AS dan China adalah Bangladehs, Argentina, Malaysia dan Vietnam, dan Korea Selatan karena Samsung memindahkan pabrik mereka di sana.

Walau begitu, untuk saat ini China tetap saja masih merupakan bagian besar dari perdagangan dunia. Sejauh ini negara itu tetap menjadi eksportir terbesar di dunia, dengan nilai ekspornya hampir mencapai USD 2,5 triliun pada tahun 2019, dan, bagi banyak negara di dunia, mitra dagang ekspor dan impor utama mereka dalam hal nilai adalah Cina.

Pandemi virus corona telah mengekspos sejauh mana kita bergantung pada China, baik dalam pasokan komputer, microchip, komponen otomotif, peralatan medis, dan banyak lagi.

Di tengah-tengah gangguan rantai pasokan, para pemimpin menyadari betapa seharusnya mereka tidak tergantung kepada China.

Menurut Rizal, ada banyak alasan untuk mulai mengubah produk-produk padat karya seperti pakaian dan menggantinya dengan produksi barang-barang yang akan menambah nilai ekonomi seperti peralatan medis.

"Bukan hanya Barat, tetapi seluruh Indo-Pasifik harus memikirkan bagaimana mereka menjadi kurang tergantung pada China. sehingga tidak rentan terhadap guncangan di masa depan," ujar Rizal.

Ia mengutip pepatah pepatah klasik, 'jangan meletakkan semua telur dalam satu keranjang'. Menurutnya hal ini sangat relevan dalam menata perekonomian di saat krisis finansial seperti sekarang.

Pertanyaan yang paling menarik untuk saat ini adalah, negara mana yang diuntungkan jika semua benar-benar menjauh dari ketergantungan dengan China, dan menjadi kekuatan ekonomi baru?

"Vietnam, India dan Meksiko memiliki potensi besar untuk menjadi ekonomi yang kuat. Mengingat ukuran mereka, banyak sumber daya manusia dan biaya tenaga kerja, mereka berdiri untuk menjadi tujuan pilihan untuk investasi langsung asing di dunia pasca-pandemi," ujar Rizal.

Menurutnya, walau masih menjadi tanda tanya, tetapi ia menilai satu pemenang potensial untuk merebut ekonomi baru adalah; Indonesia.

"Indonesia didukung oleh kumpulan tenaga kerja yang sangat besar, usia muda dan relatif murah, serta  sumber daya alam yang melimpah. Sumber daya alam yang menjadi incaran perusahaan manufaktur dan agribisnis, tentu saja," ujar Rizal.

Dengan jumlah tenaga kerja sekitar 130 juta orang  Indonesia bisa dengan mudah bersaing dengan Vietnam, yang memiliki tenaga kerja hanya 57 juta orang.

Indonesia juga menempati urutan kedelapan di dunia dalam hal total lahan pertaniannya 570.000 kilometer persegi, sehingga memberikan potensi untuk menjadi kawasan utama.

Sayangnya, masih banyak yang belum terealisasi. Sektor manufaktur di Indonesia gagal menarik investasi baru setelah perang perdagangan AS-China.

Menteri Koordinator Perekonomian dan Menteri Keuangan 2000-2001 ini juga memandang sektor pertanian Indonesia didominasi oleh petani kecil dengan akses yang tidak memadai, jauh bila dibandingkan dengan pemain agro lainnya seperti Thailand dan Filipina.

Sulit untul membuat kebijakan yang tepat di saat krisis keuangan Asia. Krisis saat ini, baik dari segi skala dan besarnya, dapat membuktikan bahkan lebih menghancurkan.

"Apa yang dibutuhkan Indonesia sekarang adalah memikirkan bagaimana membuka peluang di tengah krisis yang mengerikan ini. Tetapi untuk mengambil keuntungan dari peluang itu, pertama-tama harus mengadaptasi kebijakan pemenang dari yang lain.". (mr/rm)

COMMENTS

Loading...

Share

Loading...
Nama

BUMN,20,EKBIS,425,FOKUS,215,GLOBAL,595,IPTEK,344,KHAZANAH,174,KRIMINAL,200,LIFESTYLE,70,NASIONAL,394,OLAHRAGA,352,OPINI,77,OTOMOTIF,71,POLHUKAM,423,RAGAM,512,SELEBRITA,235,
ltr
item
Konfrontasi.co: Rizal Ramli: Seluruh Indo-Pasifik Harus Pikirkan Cara Kurangi Ketergantungan Terhadap China
Rizal Ramli: Seluruh Indo-Pasifik Harus Pikirkan Cara Kurangi Ketergantungan Terhadap China
https://lh3.googleusercontent.com/-UMJbPdg_3KQ/XquY84T9qgI/AAAAAAAAR_k/aCnyYRhQQ9o731-ph18ZLUsdqHfYQYYcACLcBGAsYHQ/s1600/IMG_ORG_1588303962983.jpeg
https://lh3.googleusercontent.com/-UMJbPdg_3KQ/XquY84T9qgI/AAAAAAAAR_k/aCnyYRhQQ9o731-ph18ZLUsdqHfYQYYcACLcBGAsYHQ/s72-c/IMG_ORG_1588303962983.jpeg
Konfrontasi.co
https://www.konfrontasi.co/2020/05/rizal-ramli-seluruh-indo-pasifik-harus.html
https://www.konfrontasi.co/
https://www.konfrontasi.co/
https://www.konfrontasi.co/2020/05/rizal-ramli-seluruh-indo-pasifik-harus.html
true
8284147347270130295
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy