Meneladani Rasulullah Dalam Menyantuni Anak Yatim

Baca juga:


KONFRONTASI-Ada beberapa keutamaan bagi mereka yang menjadi penyantun anak yatim. Pertama, mereka akan menjadi tetangga Rasulullah SAW di surga kelak. Kedua, menyantuni anak yatim akan membersihkan pikiran mereka serta melembutkan dan menghilangkan kekerasan hatinya. 

Nabi SAW bersabda, "Bila engkau ingin hati menjadi lembut dan damai serta keinginan (yang baik) tercapai, maka sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berilah dia makanan yang seperti engkau makan. Bila itu engkau lakukan, hatimu akan tenang, lembut, serta keinginanmu (yang baik) akan tercapai" (HR Thabrani).

Ketiga, menjadi penyembuh dari berbagai penyakit kejiwaan. Keempat, memiliki kepedulian sosial karena menolong dan membantu orang yang membutuhkan, sebagaimana diajarkan dalam Islam.

Bagaimanakah cara menyantuni anak yatim yang paling ideal? Untuk menjawabnya, dapat dilihat dari kisah berikut.

Suatu hari, Zainab--istri Ibnu Mas'ud--pergi hendak menemui Rasulullah SAW. Di depan pintu rumah beliau, ternyata ada seorang perempuan dari golongan Anshar yang juga ingin menemui Nabi Muhammad SAW.

Zainab pun  berkata kepadanya dan memohon kepada Bilal untuk menyampaikan kepada Rasulullah SAW, ada dua orang perempuan yang sedang menunggu di depan pintu rumah beliau. Zainab ingin bertanya tentang sedekah kepada suami dan anak-anak yatim di rumah mereka. Apakah mereka itu akan mendapat balasan pahala?

Bilal pun masuk dan menyampaikan pertanyaan tersebut. Rasulullah SAW bertanya, "Siapa mereka berdua?"

Bilal menjawab, "Seorang wanita Anshar dan Zainab."

Nabi SAW bertanya, "Zainab yang mana?"

"Zainab istri Abdullah (Ibnu Mas'ud)."

Kemudian, Rasulullah SAW bersabda kepada Bilal, "Mereka berdua mendapatkan dua pahala, yakni pahala menjaga kekerabatan dan pahala sedekah" (HR Bukhari dan Muslim).

Dari keterangan di atas, hakikatnya menyantuni anak yatim itu adalah dengan cara membawa anak yatim ke dalam keluarga.

Keluarga Muslimin mencukupi kebutuhannya, mengajari dan mendidiknya sampai akil balig. Itulah bentuk santunan kepada anak yatim yang paling utama.

Penjamin anak yatim harus memperlakukan mereka seperti keluarganya sendiri dalam hal sandang, pangan, dan pendidikan. Itulah yang dilakukan para sahabat, sebagaimana dilukiskan dalam hadis di atas.(m/rol)

COMMENTS

Loading...

Share

Loading...
Nama

BUMN,27,EKBIS,558,FOKUS,412,GLOBAL,829,IPTEK,380,JAKARTA,2,KHAZANAH,185,KRIMINAL,459,LIFESTYLE,72,NASIONAL,705,OLAHRAGA,370,OPINI,158,OTOMOTIF,85,POLHUKAM,1782,RAGAM,916,SELEBRITA,294,
ltr
item
Konfrontasi.co: Meneladani Rasulullah Dalam Menyantuni Anak Yatim
Meneladani Rasulullah Dalam Menyantuni Anak Yatim
https://lh3.googleusercontent.com/-wATj4K2Pzpk/XrHhQ1CmBrI/AAAAAAAASdU/97_RItUwGaMKys4tKJZWyi11iVacwMxdwCLcBGAsYHQ/s1600/IMG_ORG_1588715804174.jpeg
https://lh3.googleusercontent.com/-wATj4K2Pzpk/XrHhQ1CmBrI/AAAAAAAASdU/97_RItUwGaMKys4tKJZWyi11iVacwMxdwCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG_ORG_1588715804174.jpeg
Konfrontasi.co
https://www.konfrontasi.co/2020/05/meneladani-rasulullah-dalam-menyantuni.html
https://www.konfrontasi.co/
https://www.konfrontasi.co/
https://www.konfrontasi.co/2020/05/meneladani-rasulullah-dalam-menyantuni.html
true
8284147347270130295
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy