Korban PHK Harusnya Diberi BLT, Bukan Diikutkan Program Prakerja

Baca juga:
PEKANBARU-Pengamat Ekonomi dari Riau DR Viator Butarbutar mengatakan penyelenggaraan pelatihan secara daring atau online melalui program Kartu Prakerja yang diserahkan pemerintah kepada mitra swasta terpilih perlu ditinjau ulang agar program ini menjadi lebih tepat sasaran.

"Kementerian Koordinator Ekonomi, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Tenaga Kerja, perlu memikir ulang teknis pelatihan prakerja itu," kata Viator di Pekanbaru, Jumat, menanggapi penyelenggaraan pelatihan online Kartu Prakerja yang dipertanyakan banyak pihak.

Menurut dia, Ditjen Binalatas Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) lebih pengalaman dalam menyusun modul pelatihan kerja, termasuk penyelenggaraan pelatihan, untuk masuk dunia kerja dibanding mitra swasta yang dipilih dalam program pelatihan prakerja yang diperkirakan menelan biaya Rp5,6 triliun untuk biaya pelatihan daring bagi 5,6 juta peserta Kartu Prakerja pada masa COVID-19.

Ia memperkirakan biaya penyusunan per modul oleh Kemenaker bervariasi, kebanyakan berkisar Rp200 juta-Rp300 juta, sehingga bila dibutuhkan 1.000 modul, paling besar dibutuhkan dana tidak sampai Rp500 miliar.

Modul tersebut kemudian diunggah ke internet dan dapat diakses oleh peserta terdaftar. Peserta, bahkan dapat mengunjungi BLK terdekat apabila ada keperluan praktis mendesak dengan menerapkan protokol kesehatan selama pandemi COVID-19.

Viator yang juga Wakil Ketua Umum Bidang Percepatan Pembangunan Daerah Dan Kerja Sama Ekonomi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Riau menilai ada pergeseran pemikiran awal program Kartu Prakerja.

"Prakerja adalah mereka yang belum bekerja dan sedang mencari pekerjaan? Kenapa sekarang korban PHK dimasukkan menjadi peserta, yang seharusnya korban PHK diberikan program berbeda yang terkategori Bantuan Langsung Tunai untuk menolong kehidupan sehari hari," katanya.

Ia juga menyebut mereka di-PHK bukan karena kurang cakap atau kurang ahli, namun karena karena perusahaan terdampak kelesuan ekonomi akibat pandemi COVID-19. "Mereka tidak butuh pelatihan melalui paket Kartu Prakerja namun lebih butuh makanan lewat paket bansos natura atau tunai," katanya.

Viator juga menilai pelatihan daring oleh perusahaan swasta dengan plafon biaya Rp1 juta per peserta perlu dipertanyakan dan ditinjau kembali.(mr/tar)

COMMENTS

Loading...

Share

Loading...
Nama

BUMN,20,EKBIS,425,FOKUS,215,GLOBAL,595,IPTEK,344,KHAZANAH,174,KRIMINAL,200,LIFESTYLE,70,NASIONAL,394,OLAHRAGA,352,OPINI,77,OTOMOTIF,71,POLHUKAM,423,RAGAM,512,SELEBRITA,235,
ltr
item
Konfrontasi.co: Korban PHK Harusnya Diberi BLT, Bukan Diikutkan Program Prakerja
Korban PHK Harusnya Diberi BLT, Bukan Diikutkan Program Prakerja
https://lh3.googleusercontent.com/-fEdXCp-UWFw/Xqz64E9iA3I/AAAAAAAASGo/2EPTmJNJIQg4r3sBOLx13fgUyWB3CVuqwCLcBGAsYHQ/s1600/IMG_ORG_1588394700564.jpeg
https://lh3.googleusercontent.com/-fEdXCp-UWFw/Xqz64E9iA3I/AAAAAAAASGo/2EPTmJNJIQg4r3sBOLx13fgUyWB3CVuqwCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG_ORG_1588394700564.jpeg
Konfrontasi.co
https://www.konfrontasi.co/2020/05/korban-phk-harusnya-diberi-blt-bukan.html
https://www.konfrontasi.co/
https://www.konfrontasi.co/
https://www.konfrontasi.co/2020/05/korban-phk-harusnya-diberi-blt-bukan.html
true
8284147347270130295
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy